Pentingnya Prinsip Neurotik dalam Kesehatan

Sebuah pemikiran yang berat akan langsung menghantui pikiran Kita saat berbicara tentang prinsip neurotik dalam kesehatan. Pembahasan baru yang sangat-sangat asing bagi Kita. Belum pernah mendengar atau sama sekali, karena memang di Indonesia belum membahasnya secara mendalam.

Berbeda dengan negara lain, seperti Jepang, yang telah lama menganalisis tentang prinsip ini di ranah kesehatan. Seorang William Safire telah mengenalkan prinsip ini sejak tahun 2002. Waktu itu sudah masuk dalam tahun milenial, namun Kita masih sangat asing dengan prinsip neurotik ini. Dan memang benar, karena studi tentang prinsip ini di Indonesia belum terlalu diperhatikan.

Padahal prinsip neurotik dalam kesehatan sangatlah penting kaitannya dengan kepribadian seseorang. Hubungannya pun juga tidak lepas dengan kemampuan otak manusia. Di mana nama neurotik sendiri memang mengarah pada kata Neuron yang berarti saraf pada otak. Sesuai dengan kinerja manusia selama ini yang dikendalikan oleh otak.

Prinsip neurotik ini akan mempengaruhi kepribadian manusia dengan memegang kendali pada perasaan atau emosi. Ini dikarenakan bagian otak yang dituju adalah pada korteks Prefrontal dan saraf otak. Akibatnya ada sebutan untuk orang yang terkenal neurotik sebagai orang neurotik , yakni orang yang memiliki anggapan akan adanya wajah manusia pada kerumunan gambar kecil.

Sederhananya, saat Kita disuruh untuk membayangkan, maka orang neurotik pasti akan membayangkan wajah manusia. Kebanyakan memang wajah manusia yang akan keluar di berbagai jenis tes yang dilakukan. Seperti misalnya ada gambar butiran-butiran kecil yang berwarna-warni. Kemudian di dalamnya Kita disuruh menebak ada gambar apa di dalamnya, maka orang neurotik pasti akan melihat gambar wajah manusia. Keadaan tersebut menjadikan orang neurotik memiliki emosi yang meledak-ledak. Mereka cenderung tidak bahagia. Merasa banyak masalah. Menganggap hal kecil sebagai masalah yang kemudian mempengaruhi moodnya.

Bagi Kita, hal tersebut adalah hak yang biasa. Namun jika dikaji dengan prinsip neurotik, hal tersebut akan mempengaruhi kehidupan Kita. Apalagi pengaruhnya sampai ke kepribadian. Akan sangat merugikan jika tidak ditelusuri dan dipergunakan dengan kurang maksimal.

Dunia kedokteran akan terus bersinergi dengan dunia psikologi dalam menguji dan menerapkan prinsip neurotik dalam kesehatan ini. Pengaplikasian prinsip ini pun juga bisa dilakukan dengan menggunakan tes ketajaman mata.